ATINANGOR, SUMEDANG – Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), para dosen dan operator dari berbagai perguruan tinggi mengikuti Pelatihan Nasional bagi Dosen dan Operator PTKIS yang diselenggarakan di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada 6–7 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan nasional.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan berbagai materi strategis mengenai tata kelola perguruan tinggi, penguatan layanan akademik, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan dalam mendukung transformasi digital di lingkungan PTKIS.
Peserta mendapatkan pembekalan langsung dari para narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan tinggi keagamaan Islam. Melalui sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, hingga praktik penggunaan sistem informasi, peserta didorong untuk memahami sekaligus mengimplementasikan berbagai kebijakan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi saat ini.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi para dosen dan operator untuk saling bertukar pengalaman serta berbagi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan akademik dan administrasi kampus. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga sekaligus mendorong terciptanya tata kelola PTKIS yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai pengembangan layanan akademik berbasis digital serta pentingnya kolaborasi antara dosen dan operator dalam mendukung peningkatan mutu institusi.
Pelatihan ini tidak hanya menambah pemahaman kami terhadap berbagai kebijakan terbaru, tetapi juga memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan di kampus. Sinergi antara dosen dan operator menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas,
Melalui pelatihan ini, setiap peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di institusi masing-masing dengan mengimplementasikan hasil pelatihan secara berkelanjutan. Peningkatan kompetensi dosen dan operator diyakini menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan PTKIS yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Pelaksanaan pelatihan nasional ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi tidak hanya bergantung pada pengembangan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Dengan SDM yang kompeten dan kolaboratif, PTKIS diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital sekaligus memberikan layanan akademik yang berkualitas kepada seluruh sivitas akademika.