Depok, 3 Oktober 2026 — Universitas Islam Depok (UID) kembali melaksanakan kegiatan akademik melalui Seminar Proposal Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–12.30 WIB ini menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan penelitian sebagai bagian dari penyelesaian studi.
Seminar proposal diikuti oleh 91 mahasiswa dari dua fakultas. Dari Fakultas Tarbiyah, sebanyak 25 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 22 mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) mengikuti kegiatan tersebut. Sementara itu, dari Fakultas Syariah terdapat 44 mahasiswa yang berasal dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).
Untuk mendukung pelaksanaan seminar agar berjalan tertib dan efektif, seluruh peserta dibagi ke dalam 12 majelis seminar, dengan masing-masing majelis didampingi oleh 1 dosen penguji, sehingga secara keseluruhan terdapat 12 dosen penguji yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Pembagian majelis ini memungkinkan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan proposal penelitian sekaligus mendapatkan masukan secara lebih fokus dari dosen penguji.
Kegiatan diawali dengan pembukaan di Aula Sayyidah Rifqoh yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta para peserta seminar proposal.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Acep Nurullah, M.Pd., menyampaikan bahwa seminar proposal bukan sekadar tahapan administratif dalam perjalanan akademik mahasiswa, tetapi menjadi ruang untuk menguji kesiapan dan kualitas gagasan penelitian.
Seminar proposal merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk memastikan bahwa ide penelitian yang dikembangkan memiliki arah yang jelas, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Kami berharap mahasiswa dapat menerima setiap masukan dari dosen sebagai bagian dari proses untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik, ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjalani proses penelitian dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap kritik, serta tetap menjaga semangat belajar hingga penelitian dapat diselesaikan dengan baik.
Hal senada disampaikan Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Agus Seputra, M.M., yang menekankan pentingnya seminar proposal sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan berpikir ilmiah.
Mahasiswa perlu melihat seminar proposal sebagai kesempatan untuk menyempurnakan penelitian. Setiap pertanyaan dan masukan dari dosen diharapkan dapat membantu mahasiswa memperjelas permasalahan, memperkuat metode, dan meningkatkan kualitas penelitian yang akan dilakukan, ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Dr. Amsori, juga menegaskan bahwa penelitian mahasiswa harus memiliki manfaat dan relevansi terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.
Penelitian yang baik tidak hanya selesai sebagai sebuah karya ilmiah, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan yang ada di masyarakat. Karena itu, mahasiswa harus serius mempersiapkan penelitian sejak tahap proposal, jelasnya.
Pelaksanaan seminar proposal menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik di lingkungan UID. Melalui forum ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan gagasan penelitian, mempertanggungjawabkan rancangan yang telah disusun, serta memperoleh masukan dari dosen untuk penyempurnaan penelitian.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan penuh keseriusan. Para mahasiswa secara bergantian memaparkan topik, latar belakang, rumusan masalah, tujuan, hingga metode penelitian yang akan digunakan. Dosen penguji kemudian memberikan berbagai pertanyaan, arahan, serta saran sebagai bahan perbaikan.
Dengan melibatkan 91 mahasiswa, 12 majelis, dan 12 dosen penguji, seminar proposal ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan akademik mahasiswa UID. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mematangkan rancangan penelitian sebelum memasuki tahap penelitian dan penyusunan karya ilmiah selanjutnya.
Seminar proposal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat bagi 91 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah untuk melanjutkan proses penelitian hingga menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, relevan, dan bermanfaat.
Melalui kegiatan akademik seperti ini, Universitas Islam Depok terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, ilmiah, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.