JAKARTA – Gelanggang Olahraga (GOR) Tanjung Duren, Jakarta Barat, menjadi saksi bisu kehebatan civitas akademika Universitas Islam Jakarta (UID). Dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Provinsi memperebutkan "Piala Sudinpora Jakarta Barat" yang digelar sepanjang dua hari penuh pada 18–19 Mei 2026, delegasi UID berhasil menorehkan tinta emas. Adalah Kasmirah, seorang mahasiswa program Pascasarjana UID, yang sukses tampil gemilang dan mengamankan medali emas pada kategori tanding dewasa setelah menumbangkan lawan-lawannya di arena.
Pihak panitia penyelenggara dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jakarta Barat menegaskan bahwa kejuaraan ini memegang peranan krusial dalam peta olahraga daerah. Event berskala provinsi ini diinisiasi sebagai bentuk implementasi nyata dari program pembinaan atlet pencak silat yang terstruktur dan berkelanjutan di wilayah Jakarta Barat. Selain memupuk jiwa kompetitif yang sportif dan menjadi wadah silaturahmi akbar bagi para pelajar serta pendekar dari berbagai perguruan silat, agenda ini juga berfungsi sebagai sarana pemetaan potensi. Melalui kejuaraan ini, Sudinpora bersama IPSI Jakarta Barat dapat menghimpun data valid mengenai talenta-talenta muda berbakat, sekaligus menjaring atlet kategori remaja untuk diproyeksikan masuk ke dalam skuad binaan utama IPSI Jakarta Barat di masa depan.
Standar Kompetisi yang Ketat dan Sistematis Guna melahirkan juara yang berkualitas tinggi, tata kelola pertandingan dijalankan dengan standar yang sangat ketat. Seluruh jalannya laga untuk segenap kelompok umur—mulai dari tingkatan Usia Dini 1, Usia Dini 2, Pra-Remaja, Remaja, hingga kelas Dewasa—sepenuhnya berpatokan pada regulasi resmi Pengurus Besar (PP) PB IPSI Hasil Pokja 2025. Panitia juga menerapkan sistem gugur, sebuah format kompetisi yang menuntut kesiapan fisik prima sekaligus ketahanan mental baja dari para atlet sejak detik pertama mereka melangkah ke atas matras. Secara teknis, klasifikasi jalannya pertandingan dipetakan menjadi tiga kelompok atau golongan utama, meliputi:
Golongan Pemasalan: Diperuntukkan khusus bagi pesilat kategori Usia Dini 1. Format yang digunakan adalah Sistem Kompetisi Final, di mana tiap bagan tanding hanya diisi oleh maksimal 2 peserta demi pembinaan awal.
Golongan Prestasi: Kategori ini mencakup Usia Dini 2 (pelajar SD Kelas 4–6), Pra-Remaja (pelajar SMP), serta kelas Dewasa/Mahasiswa. Persaingan di golongan ini berjalan dinamis yang dimulai dari fase penyisihan, berlanjut ke semifinal, hingga puncaknya di babak final, dengan batasan kuota maksimal 6 peserta pada setiap bagan.
Golongan Full Prestasi: Didedikasikan khusus bagi kategori Usia Remaja, di mana atmosfer persaingan tersaji sangat ketat melalui tahapan berjenjang dari babak penyisihan, semifinal, hingga laga final demi memperebutkan podium tertinggi.
Ketegasan pihak panitia tidak hanya tecermin dari sistem laga, melainkan juga pada aspek disiplin atribut atau seragam tanding. Bagi para pesilat di kelas Usia Dini dan Pra-Remaja, panitia masih melonggarkan aturan dengan mengizinkan penggunaan seragam khas perguruan masing-masing, walau penggunaan seragam resmi IPSI tetap menjadi prioritas utama. Sebaliknya, regulasi ketat tanpa pengecualian diterapkan pada kategori Remaja dan Dewasa yang diwajibkan penuh memakai seragam IPSI. Aturan baku ini rupanya juga mengikat para official; seluruh pelatih kontingen yang bertugas mendampingi atlet di sudut gelanggang wajib mengenakan seragam IPSI lengkap, berupa baju hitam yang dipadukan dengan sabuk berwarna orange.
Kasmirah Bawa Pulang Emas untuk UID
Di tengah sengitnya tensi kompetisi sistem gugur pada Golongan Prestasi kategori Dewasa/Mahasiswa, Kasmirah sukses mencuri perhatian publik. Mahasiswa yang saat ini sedang menempuh studi lanjut di jenjang Pascasarjana Universitas Islam Jakarta (UID) tersebut memperlihatkan dominasi yang luar biasa sejak awal babak penyisihan. Berbekal kematangan teknik, ketenangan taktik, serta strategi pertarungan yang sangat cermat, Kasmirah berhasil meruntuhkan pertahanan lawan-lawannya hingga berhasil mengunci gelar juara pertama dan berhak atas medali emas.
Pencapaian impresif yang diukir oleh Kasmirah ini tidak sekadar menjadi kebanggaan personal maupun institusi UID, namun juga menjadi bukti sahih bahwa padatnya aktivitas akademik di level magister atau pascasarjana bukan menjadi penghalang untuk mengukir prestasi emas. Lebih dari itu, pencapaian ini menjadi teladan nyata dalam upaya melestarikan kebudayaan asli nusantara lewat jalur olahraga prestasi. Ketika Kejuaraan Pencak Silat Piala Sudinpora Jakarta Barat 2026 ini resmi berakhir, event ini sukses meninggalkan modal penting berupa optimisme dan harapan cerah bagi regenerasi pesilat tangguh di wilayah DKI Jakarta.
UID Cetak Prestasi: Kasmirah Raih Emas Kategori Dewasa di GOR Tanjung Duren
6
21 May 2026
Pusdatin UID
Recent posts
-
Webinar Nasional Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) Berlangsung Sukses
17 May 2026 -
Mahasiswa Prodi HKI Fakultas Syariah UID Laksanakan Observasi Persidangan di Empat Pengadilan Agama
17 May 2026 -
Mahasiswa Universitas Islam Depok Raih Predikat Most Outstanding Participant Top 1 di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026
09 May 2026 -
Sinergi Akademik-Organisasi: Universitas Islam Depok dan PCNU Kota Depok Resmikan Beasiswa Kader Penggerak
01 May 2026