DEPOK, 1 Mei 2026 – Dalam upaya memperkokoh fondasi keilmuan dan pengabdian bagi generasi muda, Universitas Islam Depok (UID) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok. Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Aula Sayyidah Rifqoh pada Jumat (1/5) ini menjadi tonggak sejarah baru, yang ditandai dengan peluncuran program prestisius: Beasiswa Kader Penggerak Nahdlatul Ulama.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor UID Dr. H. Ahmad Damanhuri, MA, Wakil Rektor 1 Acep Muwwahid, S.Hi, MM, dan Wakil Rektor 2 Alip Nuryanto, M.Hum. Kehadiran Ketua PCNU Kota Depok, Dr. KH. Ahmad Solechan, M.Si, yang didampingi oleh seluruh jajaran dekan dan ketua program studi, menambah bobot formalitas sekaligus kehangatan dalam kolaborasi lintas sektoral ini.
Visi Besar untuk Depok dan Indonesia
Dalam pidatonya, Rektor UID Dr. H. Ahmad Damanhuri, MA, menyampaikan urgensi keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam pergerakan sosial. Ia menegaskan bahwa kemajuan Islam di Depok harus linier dengan kualitas intelektual para penggeraknya. "Islam di Depok harus maju. Melalui forum akademik di kampus ini, kita berharap munculnya perkembangan yang signifikan, tidak hanya bagi skala lokal di Kota Depok, melainkan juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia secara umum," tuturnya.
Menjawab Tantangan Zaman
Fokus pada pengembangan kapasitas kader menjadi sorotan utama bagi pihak universitas. Wakil Rektor 2, Alip Nuryanto, M.Hum, yang membidangi urusan kerja sama dan alumni, menekankan bahwa program beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi sumber daya manusia. "Peningkatan kapasitas keilmuan para kader NU diharapkan mampu meningkatkan kualitas diri dalam menjawab tantangan perkembangan zaman yang kian kompleks di kalangan umat," jelas Alip.
Membangun Sinergitas Berbasis Intelektualitas
Senada dengan visi universitas, Ketua PCNU Kota Depok, Dr. KH. Ahmad Solechan, M.Si, memandang ruang kelas sebagai laboratorium pergerakan. Menurutnya, pertemuan antar-kader dalam bingkai akademik akan memicu efektivitas organisasi. "Perkumpulan kader dalam ruang kelas akademik ini diharapkan dapat membentuk sinergitas yang solid dari setiap wilayah, guna akselerasi perkembangan organisasi serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat," tegasnya.
Program beasiswa ini direncanakan akan segera dibuka bagi kader-kader terpilih dari berbagai wilayah di Kota Depok. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan Universitas Islam Depok mampu menjadi inkubator bagi lahirnya intelektual-ulama yang adaptif, inovatif, dan berwawasan kebangsaan.