Rihlah Ilmiyah Universitas Islam Depok ke Lampung: Belajar Pengelolaan BUMDes, Pariwisata Halal, dan Pemberdayaan Masyaraka

30     14 August 2026     Pusdatin UID    


Pesawaran, Lampung — Rombongan Universitas Islam Depok (UID) melaksanakan kegiatan Rihal Ilmiyah ke Provinsi Lampung, Jumat-Sabtu, 7-8 Agustus 2026 dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata bahari di kawasan Pesawaran, Lampung. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum rekreasi dan membangun kebersamaan sivitas akademika, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lapangan mengenai pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, serta peluang penerapan prinsip pariwisata halal dan syariah.

Rombongan berangkat dari Depok menuju Pelabuhan Ketapang, Pesawaran, Lampung. Setelah menempuh perjalanan menuju kawasan pesisir, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu menuju sejumlah destinasi wisata bahari hingga bermalam di penginapan yang berada di sekitar Dermaga Ketapang.

Rombongan Rihal Ilmiyah UID terdiri atas:
H. Alip Nuryanto, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama; H. M. Nabil Bahnesi, M.Pd., Sekretaris Rektorat I; H. M. Fathi, M.Pd., Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Kemasyarakatan; Dr. Ahmad Sujai, M.M., Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam; Saipul Anwar, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Agama Islam; Dr. H. Chairul Lutfi, S.H.I., S.H., M.H., C.Med., Sekretaris Program Studi Hukum Keluarga Islam; Wahyudin Fajri, Kepala UPT PMB; Irham Maududi, S.E., Staf Akademik dan Kemahasiswaan; Dinata Firmansyah, M.Sos., Dosen Tetap UID; dan Edi Irwansyah, Staf UID.

Menjelajahi Pesona Bahari Pesawaran
Dalam perjalanan menggunakan perahu, rombongan mengunjungi sejumlah kawasan wisata bahari, di antaranya Pantai Ketapang Pesawaran, Pulau Kelagian Kecil, Pantai Bensam, Pantai Pahawang, serta beberapa pantai dan pulau lainnya di kawasan Teluk Lampung.

Salah satu tujuan utama perjalanan adalah Pulau Pahawang, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Pesawaran. Kawasan Pahawang terdiri atas Pulau Pahawang Besar dan Pahawang Kecil dengan karakteristik perairan yang jernih, keindahan terumbu karang, serta kekayaan ekosistem laut.

Rombongan juga berkesempatan menikmati berbagai aktivitas wisata bahari, seperti snorkeling, Sea Walker (Dive Helmet), dan watersport banana boat.

Khusus untuk Sea Walker, kegiatan dilakukan dalam kawasan wisata konservasi yang berada di Pusat Rehabilitasi Terumbu Karang Desa Pulau Pahawang. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk melihat ekosistem bawah laut sekaligus memahami pentingnya konservasi lingkungan dalam pengembangan pariwisata.

Belajar dari BUMDes dan Pemberdayaan Masyarakat
Di balik keindahan destinasi wisata Pahawang, terdapat aspek penting yang menjadi perhatian rombongan UID, yaitu bagaimana pariwisata dapat dikelola sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Rihal Ilmiyah ini menjadi kesempatan bagi sivitas akademika UID untuk mempelajari model pengelolaan BUMDes dalam mendukung kegiatan ekonomi dan pariwisata desa. 

Pengelolaan destinasi wisata tidak semata-mata berorientasi pada jumlah wisatawan, tetapi juga bagaimana aktivitas pariwisata memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan kepada masyarakat lokal.

Dari perspektif akademik, pengembangan BUMDes dapat menjadi contoh bagaimana potensi lokal dikelola melalui kelembagaan desa, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi pariwisata.
Model seperti ini relevan dengan pengembangan pendidikan di perguruan tinggi, khususnya dalam bidang hukum, ekonomi syariah, manajemen, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa dan akademisi dapat melihat secara langsung hubungan antara regulasi, kelembagaan desa, pengelolaan sumber daya lokal, dan kesejahteraan masyarakat.

Potensi Pengembangan Pariwisata Halal dan Syariah
Rihal Ilmiyah UID juga menjadi ruang refleksi mengenai peluang pengembangan pariwisata halal dan pariwisata berbasis prinsip syariah di kawasan wisata bahari.

Pariwisata halal pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan pemberian label halal, tetapi juga mencakup penyediaan layanan yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim, antara lain ketersediaan makanan dan minuman halal, sarana ibadah, kebersihan, keamanan, pelayanan yang baik, serta pengelolaan destinasi yang memperhatikan nilai-nilai etika dan kemaslahatan.

Dalam konteks Pahawang dan kawasan wisata bahari Pesawaran, konsep tersebut dapat dikembangkan secara kontekstual tanpa menghilangkan karakter masyarakat dan budaya lokal. 

Pengembangan pariwisata halal dapat diarahkan pada penyediaan kuliner halal, fasilitas ibadah yang memadai, pelayanan wisata yang ramah keluarga, kebersihan lingkungan, transaksi yang transparan, serta pengelolaan usaha yang memberdayakan masyarakat setempat.

Bagi Universitas Islam Depok, hal tersebut sekaligus membuka peluang kajian akademik mengenai bagaimana prinsip maqashid al-syariah, kemaslahatan, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat diterapkan dalam pengembangan destinasi wisata.

Pariwisata sebagai Instrumen Pemberdayaan
Pengalaman perjalanan di Pesawaran memberikan pelajaran bahwa sektor pariwisata dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat apabila dikelola secara partisipatif dan berkelanjutan.
Masyarakat lokal dapat mengambil peran dalam berbagai sektor, mulai dari jasa transportasi perahu, pemandu wisata, pengelolaan homestay, penyediaan makanan, usaha cendera mata, kegiatan konservasi, hingga pengembangan berbagai produk ekonomi kreatif.

Dengan demikian, keberadaan wisatawan di suatu daerah tidak berhenti pada aktivitas konsumsi wisata, tetapi dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.

Bagi sivitas akademika UID, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa perguruan tinggi memiliki ruang yang luas untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa, BUMDes, pelaku usaha, komunitas lokal, dan pengelola destinasi dalam pengembangan model pariwisata yang berkelanjutan.

Memperkuat Kebersamaan Sivitas Akademika
Selain dimensi akademik, Rihal Ilmiyah ini juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antarunsur pimpinan, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan Universitas Islam Depok.
Perjalanan bersama dari Depok menuju Lampung, perjalanan menyusuri pulau-pulau menggunakan perahu, menikmati keindahan alam, serta berdiskusi mengenai pengembangan potensi daerah menjadi pengalaman yang memperkaya perspektif seluruh peserta.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama H. Alip Nuryanto, M.Hum. bersama rombongan melihat bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.
Rihal Ilmiyah ke Lampung pada akhirnya bukan sekadar perjalanan wisata. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk belajar dari masyarakat, membaca potensi ekonomi lokal, memahami pengelolaan destinasi wisata, melihat praktik pemberdayaan masyarakat, serta merumuskan peluang pengembangan pariwisata halal dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan semacam ini, Universitas Islam Depok terus mendorong sivitas akademika untuk memiliki wawasan yang luas, kemampuan melihat persoalan secara langsung, serta kepekaan terhadap potensi masyarakat dan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada kemaslahatan.