Depok, Jawa Barat — Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis ) Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Universitas Islam Depok dalam rangka memberikan pembekalan dan arahan strategis kepada pimpinan, dosen, serta sivitas akademika kampus.
Kunjungan yang berlangsung di kampus Universitas Islam Depok, Kota Depok, ini menjadi momentum penting dalam penguatan arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Dalam pembekalannya, Dirjen Pendidikan Islam menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) perlu melakukan transformasi kelembagaan agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan kekhasan nilai-nilai keislaman.
Ia menyampaikan bahwa PTKIN perlu belajar dari kampus yang berbasis pesantren, terutama dalam hal pembinaan karakter dan integrasi antara ilmu, akhlak, serta spiritualitas. Menurutnya, penguatan sistem Ma’had atau pesantren kampus menjadi kebutuhan strategis yang tidak dapat diabaikan.
PTKIN perlu belajar kepada kampus yang berbasis pesantren. Karena itu, ke depan PTKIN harus memiliki Ma’had sebagai bagian dari sistem pembinaan yang integral, ujarnya di hadapan peserta kegiatan.
Kegiatan berlangsung dalam agenda kunjungan resmi Dirjen Pendidikan Islam Kemenag ke Universitas Islam Depok pada Senin 09 Februari 2026.
Selain penguatan karakter, Dirjen Pendidikan Islam juga memaparkan arah pengembangan program studi di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Saat ini, program studi akademik yang tersedia berjumlah sekitar 80 dan akan terus diperluas dengan berbagai varian baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan keilmuan.
Di bidang profesi, ia menuturkan bahwa untuk sementara baru tersedia Pendidikan Profesi Guru (PPG). Namun, ke depan akan dikembangkan program profesi lain, termasuk profesi advokat dan bidang-bidang strategis lainnya yang relevan dengan kebutuhan umat dan bangsa.
Sementara itu, sektor vokasi yang selama ini belum tergarap optimal akan menjadi perhatian serius. Pihaknya berkomitmen membuka sebanyak mungkin program studi vokasi guna memfasilitasi generasi Z yang ingin lebih cepat memasuki dunia kerja tanpa harus menempuh masa studi yang panjang.
Menurutnya, orientasi pendidikan tinggi tidak hanya pada kelulusan akademik, tetapi juga pada keberlanjutan masa depan mahasiswa. Kampus yang baik adalah kampus yang juga memikirkan bagaimana ketika mahasiswa itu lulus mendapatkan pekerjaan, tegasnya.
Melalui kunjungan dan pembekalan ini, diharapkan Universitas Islam Depok dan seluruh PTKIN mampu memperkuat sinergi antara kebijakan nasional dan implementasi di tingkat kampus, sehingga lahir lulusan yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, serta kompetitif di dunia profesional.