Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Depok Menghadiri Seminar dan Peresmian IFSRC

91     18 September 2026     Dema UID    
Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Depok Menghadiri Seminar dan Peresmian IFSRC JAKARTA - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID) menghadiri Seminar Nasional dan Peluncuran Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (15/9/2026). Acara yang diinisiasi oleh think tank independen Sino-Nusantara Institute ini mengusung tema “Memahami Global Civilization Initiative (GCI) dari Perspektif Hubungan Indonesia–Tiongkok”. Kehadiran perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Depok dalam agenda strategis ini menjadi bentuk partisipasi aktif kalangan mahasiswa dan pemuda dalam mendukung perkuatan diplomasi people-to-people serta dialog antarperadaban. Diplomasi People-to-People dan Modal Sosial Indonesia Seminar nasional tersebut menghadirkan jajaran tokoh nasional dan internasional sebagai pembicara utama. Keynote speech disampaikan oleh Mr. Zhou Kan (Kedubes RRT-Indonesia), Sari Yuliati (Wakil Ketua DPR RI), serta Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. (Sekjen Kementerian Agama). Sesi diskusi turut menghadirkan pakar dan tokoh diplomasi seperti Irfan Ilmie, Al Busyra Basnur, KH. Imron Rosyadi Hamid, dan A. Syaifuddin Zuhri. Dalam pemaparannya, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menegaskan bahwa diplomasi di abad ke-21 tidak dapat hanya bergantung pada jalur formal Government-to-Government (G2G), tetapi harus berakar kuat pada hubungan antarmasyarakat (People-to-People exchanges). Senada dengan hal tersebut, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal sosial dan nilai historis seperti Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, moderasi, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam merawat kerukunan sebagai harmoni aktif (active harmony) melalui kerja sama lintas batas, budaya, dan agama. Mengokohkan Peran Generasi Muda dan Mahasiswa Dalam kegiatan tersebut, disinggung pula bahwa saat ini terdapat sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Tiongkok. Keberadaan para pelajar, peneliti, dan komunitas kepemudaan dipandang memiliki posisi strategis sebagai grassroots diplomats atau duta budaya informal. Pada agenda ini menghubungkan silaturahmi antara Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Depok dengan berbagai jurnalis juga berbagai organisasi mahasiswa dari kampus lainnya. Melalui peluncuran IFSRC, platform ini diproyeksikan sebagai "rumah bersama" dan simpul kolaborasi lintas sektor yang menghubungkan akademisi, media, tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta dunia usaha. IFSRC diarahkan untuk mendorong dialog keagamaan yang moderat, riset kolaboratif, pertukaran pelajar, dan program pemberdayaan masyarakat guna menghidupkan kembali semangat Jalur Sutra sebagai jembatan pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Keterlibatan Dewan Mahasiswa Universitas Islam Depok dalam acara peluncuran dan seminar IFSRC ini diharapkan dapat memperluas wawasan kebangsaan dan global mahasiswa, serta mendorong kontribusi nyata pemuda Islam Indonesia dalam membangun narasi perdamaian dan kolaborasi kebudayaan di tingkat internasional.

JAKARTA - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID) menghadiri Seminar Nasional dan Peluncuran Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (15/9/2026). Acara yang diinisiasi oleh think tank independen Sino-Nusantara Institute ini mengusung tema “Memahami Global Civilization Initiative (GCI) dari Perspektif Hubungan Indonesia–Tiongkok”.

Kehadiran perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Depok dalam agenda strategis ini menjadi bentuk partisipasi aktif kalangan mahasiswa dan pemuda dalam mendukung perkuatan diplomasi people-to-people serta dialog antarperadaban.

Diplomasi People-to-People dan Modal Sosial Indonesia

Seminar nasional tersebut menghadirkan jajaran tokoh nasional dan internasional sebagai pembicara utama. Keynote speech disampaikan oleh Mr. Zhou Kan (Kedubes RRT-Indonesia), Sari Yuliati (Wakil Ketua DPR RI), serta Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. (Sekjen Kementerian Agama). Sesi diskusi turut menghadirkan pakar dan tokoh diplomasi seperti Irfan Ilmie, Al Busyra Basnur, KH. Imron Rosyadi Hamid, dan A. Syaifuddin Zuhri.

Dalam pemaparannya, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menegaskan bahwa diplomasi di abad ke-21 tidak dapat hanya bergantung pada jalur formal Government-to-Government (G2G), tetapi harus berakar kuat pada hubungan antarmasyarakat (People-to-People exchanges).

Senada dengan hal tersebut, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal sosial dan nilai historis seperti Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, moderasi, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam merawat kerukunan sebagai harmoni aktif (active harmony) melalui kerja sama lintas batas, budaya, dan agama.

Mengokohkan Peran Generasi Muda dan Mahasiswa

Dalam kegiatan tersebut, disinggung pula bahwa saat ini terdapat sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Tiongkok. Keberadaan para pelajar, peneliti, dan komunitas kepemudaan dipandang memiliki posisi strategis sebagai grassroots diplomats atau duta budaya informal. Pada agenda ini menghubungkan silaturahmi antara Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Depok dengan berbagai jurnalis juga berbagai organisasi mahasiswa dari kampus lainnya.

Melalui peluncuran IFSRC, platform ini diproyeksikan sebagai "rumah bersama" dan simpul kolaborasi lintas sektor yang menghubungkan akademisi, media, tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta dunia usaha. IFSRC diarahkan untuk mendorong dialog keagamaan yang moderat, riset kolaboratif, pertukaran pelajar, dan program pemberdayaan masyarakat guna menghidupkan kembali semangat Jalur Sutra sebagai jembatan pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, dan nilai kemanusiaan.

Keterlibatan Dewan Mahasiswa Universitas Islam Depok dalam acara peluncuran dan seminar IFSRC ini diharapkan dapat memperluas wawasan kebangsaan dan global mahasiswa, serta mendorong kontribusi nyata pemuda Islam Indonesia dalam membangun narasi perdamaian dan kolaborasi kebudayaan di tingkat internasional.